Logo
images

Selamatkan Pertanian Indonesia Dari Kerusakan Tanah Dan Hasil Panen Yang Buruk Akibat Penggunaan Pupuk Kimia Berlebihan

irisindonesia.com - Indonesia adalah negara agraris dimana banyak sekali lahan pertanian yang dapat digunakan untuk membudidayakan tanaman. Sebagai upaya kegiatan budidaya ini petani sangat membutuhkan sarana produksi yang dapat membantu produktivitas lahan dan tanaman. Salah satu saprodi yang sering digunakan petani adalah pupuk.

Penggunaan ketergantungan petani akan pupuk kimia semakin besar. Haltersebut berdampak pada penggunaan pupuk kimia yang berlebihan, sehingga dapat menimbulkan berbagai masalah. Masalah umum yang sering dihadapi seperti kesuburan tanah yang dalam hal ini berhubungan dengan tanaman yang dibudidayakan.

Baca Juga : EvaGROW, Generasi Pupuk Organik Yang Dapat Diaplikasikan Pada Semua Jenis Tanaman

Karena begitu pentingnya kesuburan tanah bagi petani, maka masalah ini perlu mendapat perhatian khusus. Beberapa tahun pertama memang meningkatan panen sangat terasa manfaatnya. Program modernisasi pertanian mampu menjawab satu tantangan ketersediaan kebutuhan pangan dunia yang kian hari terus meningkat.

Namun setelah belasan tahun penerapan pupuk kimia, penggunaan pupuk kimia mulai terlihat dampak dan efek sampingnya. Bahan kimia sintetik yang digunakan dalam pertanian seperti pupuk dan pestisida telah merusak struktur, kimia dan biologi tanah.

Bahan pestisida diyakini telah merusak ekosistem dan habitat beberapa binatang yang justru menguntungkan petani sebagai predator hama tertentu. Di samping itu pestisida telah menyebabkan imunitas pada beberapa hama. Lebih lanjut resiko kerusakan ekologi menjadi tak terhindarkan dan terjadinya penurunan produksi membuat ongkos produksi pertanian cenderung meningkat.

Akhirnya terjadi inefisiensi produksi dan melemahkan kegairahan bertani. Pupuk kimia yang sebelumnya berhasil meningkatkan produksi pertanian mulai menunjukkan penurunan hasil. Untuk mengembalikan produktivitas. Petani mulai menambah dosis pupuk kimianya sehingga lama kelamaan biaya operasional jadi meningkat. Dan keuntungan petani semakin merosot.

Dari tahun ke tahun hasil produksi menyusut bahkan kini di beberapa daerah hasil pertanian sudah lebih rendah dari pada sebelum menggunakan pupuk kimia saat beberapa puluh tahun lalu.

Dampak Negatif Dari Penggunaan Pupuk Kimia

Alasan utama kenapa pupuk kimia dapat menimbulkan pencemaran pada tanah karena dalam prakteknya. banyak kandungan yang terbuang. Penggunaan pupuk buatan (an-organik) yang terus-menerus akan mempercepat habisnya zat-zat organik, merusak keseimbangan zat-zat makanan didalam tanah, sehingga menimbulkan berbagai penyakit tanaman.

Pupuk kimia adalah zat substansi kandungan hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan, akan tetapi seharusnya unsur hara tersebut ada di tanah secara alami dengan adanya siklus hara tanah misalnya tanaman yang mati kemudian dimakan binatang pengerat/herbivora, kotorannya atau sisa tumbuhan tersebut diuraikan oleh organisme seperti bakteri, cacing, jamur dan lainnya.

Siklus inilah yang seharusnya dijaga, jika menggunakan pupuk kimia terutama bila berlebihan maka akan memutuskan siklus hara tanah tersebut terutama akan mematikan organisme tanah, jadinya akan hanya subur di masa sekarang tetapi tidak subur di masa mendatang. Untuk itu sebenarnya perlu dijaga dengan pola tetap menggunakan pupuk organik bukan pupuk kimia.

Baca Juga : Pupuk Hayati

Dampaknya zat hara yang terkandung dalam tanah menjadi diikat oleh molekul molekul kimiawi dari pupuk sehingga proses regenerasi humus tak dapat dilakukan lagi. Akibatnya ketahanan tanah/daya dukung tanah dalam memproduksi menjadi kurang hingga nantinya tandus. Tak hanya itu penggunaan pupuk kimiawi secara terus-menerus menjadikan menguatnya resistensi hama akan suatu pestisida pertanian.

Masalah lainnya adalah penggunaan Urea biasanya sangat boros. Selama pemupukan nitrogen dengan urea tidak pernah maksimal karena kandungan nitrogen pada urea hanya sekitar 40-60 % saja. Jumlah yang hilang mencapai 50 % disebabkan oleh penguapan, pencucian (leaching) serta terbawa air hujan (run of). Efek lain dari penggunaan pupuk kimia juga mengurangi dan menekan populasi mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanah yang sangat bermanfaat bagi tanaman.

Lapisan tanah yang saat ini ada sudah parah kondisi kerusakannya oleh karena pemakaian pupuk kimia yang terus menerus dan berlangsung lama, sehingga mengakibatkan :

  • Kondisi tanah menjadi keras;
  • Tanah semakin lapar dan haus pupuk;
  • Banyak residu pestisida dan insektisida yang tertinggal dalam tanah;
  • Mikroorganisme tanah semakin menipise;
  • Banyak Mikroorganisme yang merugikan berkembang biak dengan baik;
  • Tanah semakin miskin unsur hara baik makro maupun mikro;
  • Tidak semua pupuk dapat diserap oleh tanaman.

Upaya Mencegah Kerusakan Akibat Penggunaan Pupuk Kimia

Berbagai usaha yang dapat dilakukan untuk memperbaiki pencemaran tanah oleh pupuk kimia antara lain :

  • Menggunakan pupuk sesuai takaran;
  • Peningkatan efsiensi produk pupuk dengan menggunakan mikroorganisme;
  • Mengurangi penggunaan pupuk kimia;
  • Memadukan penggunaan dengan pupuk organik;
  • Harus cermat dalam memilih serta menggunakan pupuk kimia;
  • Penggunaan pestisida antara lain dengan menggunakan beberapa jenis tanaman maupun biji untuk dimanfaatkan sebagai pestisida nabati.

Dengan berbagai langkah konkret tersebut diharapkan akan berhasil mengembalikan kesuburan tanah seperti sedia kala. Para petani hendaknya tidak menggunakan pupuk kimia dengan berlebihan dan memadukan penggunaan pupuk kimia dengan pupuk organik.

Pemerintah juga sepatutnya mengadakan penyuluhan mengenai penggunaan pupuk bagi para petani dan menghimbau pemakaian pupuk organik pada tanaman dan lahan pertanian.. Jayalah Pertanian Indonesia, Salam IRIS INDONESIA!


TAG

Dipost Oleh administrator

"Batas Harianto Sidabutar"

Tinggalkan Komentar