Logo
images

Program ‘Desa Wisata Pintar’, Kabupaten Malang

irisindonesia.com - Kabupaten Malang terus menggenjot potensi wisatanya. Kini Kabupaten di Jawa Timur itu melahirkan inovasi bertajuk ‘konsep wisata pintar alias smart village. Smart village adalah membangun sistem terpadu layanan wisata berbasis teknologi informasi.

Kali ini Dinas Pariwisata Kabupaten Malang membangun jaringan wisata 16 desa ke dalam sebuah sistem aplikasi online yang menyajikan beragaminformasi mengenai obyek wisata dengan segala fitur yang bisa diakses oleh wisatawan yang datang ke sana. Hebatnya aplikasi ini bisa dengan mudah diakses dengan smartphone yang memiliki koneksi internet.

Dalam aplikasi itu wisatawan bakal mendapatkan seluruh informasi mengenai sarana, prasarana, info fasilitas, harga tiket, penginapan beserta tarif, jalur transportasi dan berbagai info secara detail dan akurat. Perangkat ini membuat berwisata ke Malang menjadi sangat nyaman dan mudah.

Baca Juga : Beberapa Desa Wisata Yang Wajib Anda Kunjungi di Jogja

Salah satu obyek wisata yang masuk dalam jaringan informasi ini misalnya Ekowisata Boon Pring Andeman di Desa Sanankerto Kecamatan Turen. Kini, seluruh fasilitas yang ada lengkap dengan segala kebutuhan informasi akomodasinya bisa diakses dalam aplikasi ini.

Kepala Disbudpar Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara kepada sejumlah wartawan menyatakan, Malang ingin menjamu wisatawan dengan kemudahan teknologi. “Informasi dalam aplikasi itu juga terus akan di update setiap kali ada perubahan informasi terutama penambahan fasilitas baru,” katanya. Made Arya menegaskan, inovasi ini juga mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Asisten Deputi Tata Kelola Destinasi Pariwisata dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenpar dan Bupati Malang Rendra Kresna.

Bahkan bukan hanya Bupatinya, langkah ini juga mendapat sambutan hangat dari Kemenpar RI. Kemenpar RI langsung kepincut dengan terobosan ini dan langsung menetapkan Ekowisata Boon Pring Andeman sebagai salah satu dari 30 pilot project atau percontohan desa wisata di Indonesia. Langkah ini oleh Kementerian Pariwisata dianggap sebagai inovasi yang mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk meningkatkan pendapatan daerah dari sektor wisata.

Baca Juga : DESA WISATA, UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Program ini juga dianggap sebagai sebuah langkah yang selaras dengan langkah Kementerian menggenjot Pariwisata nasional menuju proyeksi spektakuler 2019 yang mematok kedatangan 20 juta wisatawan ke Indonesia.

Dalam kesempatan yang berbeda Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan, cara pemanfaatan teknologi digital membuat dunia wisata Indonesia menjadi semakin profesional dalam menggaet wisatawan. Teknologi digital melalui aplikasi yang diakses personal terutama wisatawan internasional karena para pelaku wisata menjadi paham perilaku konsumen secara personal sehingga menjadi tahu bagaimana cara membuat mereka semakin tertarik berwisata ke Indonesia.

(aryadji/berdesa)


TAG

Dipost Oleh administrator

"Batas Harianto Sidabutar"

Tinggalkan Komentar