Logo
images

Minat Generasi Muda Terjun ke Pertanian Bertambah

irisindonesia.com - Minat generasi muda yang ingin menempuh jalur pendidikan pertanian terus bertambah. Salah satunya terlihat dari peminat yang masuk ke Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Bogor.

"Untuk tahun ini saja, peminat yang ingin bersekolah di STPP Bogor ada sekitar 2 ribu lebih, tetapi daya tampung hanya sekitar 200-an mahasiswa,” kata Menteri Pertanian, Amran Sulaiman setelah wisuda Sarjana Sains Terapan STPP Bogor tahun 2017, Rabu (23/8).

Tingginya minat generasi mudah sekolah di STPP tersebut menurut Amran sebagai tanda baik dalam penciptaan penyuluh pertanian yang handal dan profesional dalam mendampingi petani Tanpa adanya pendidikan mustahil penyuluh sebagai ujung tombak kemajuan dibidang pertanian dapat memberikan kontribusi yang baik dan maksimal dalam kancah pertanian.

Baca Juga : Generasi Muda Dan Pertanian Berkelanjutan

Sementara itu Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Fathan A. Rasyid menuturkan, untuk membangun masyarakat pertanian tersebut diperlukan SDM penyuluh pertanian yang mampu mengembangkan kemampuan (pengetahuan, sikap dan keterampilan) petani. Karenanya, penyuluh dituntut memiliki kompetensi dibidang penyuluhan serta menguasai perkembangan teknologi dan informasi dibidang pertanian.

"Penyuluh sebagai ujung tombak kemajuan di bidang pertanian diharapkan mampu memberikan kontribusi yang baik di segala bidang khususnya pertanian, dengan tidak melupakan visi dan misi awal penyuluhan sebagai usaha penyebaran informasi dan inovasi pembangunan pertanian," ungkap Fathan.

Pertahankan Penyuluh

Setelah menempuh pendidikan, para penyuluh ini dituntut untuk bisa mengaplikasikan keilmuannya di daerah dan membawa dampak yang besar. Namun, seringkali terdapat kasus yang harus menempatkan penyuluh dari jabatan fungsional menjadi bagian jabatan struktural yang memiliki ruang gerak terbatas.

Melihat fenomena ini, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman akan melakukan korespondensi dengan Kepala Dinas bahkan Bupati/Walikota di daerah untuk tetap mempertahankan penyuluh PNS pada jabatan fungsional. Untuk diketahui, hingga sekarang jumlah penyuluh pertanian masih belum bisa mencukupi pendampingan langsung kepada masyarakat tani.

Idealnya, setiap desa, terutama desa potensial minimal memiliki satu orang pendamping atau penyuluh pertanian. Namun yang terjadi hingga kini, satu penyuluh menangani banyak desa.

Baca Juga : Petani Generasi Terakhir, Terancamnya Kedaulatan Pangan Negeri

Data Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), jumlah penyuluh pertanian yang ada saat ini hanya sekitar 44 ribu orang, sedangkan jumlah desa potensial sekitar 72 ribu. Bahkan dari 44 ribu orang tersebut hanya sebanyak 25 ribu orang yang berstatus penyuluh PNS.

Untuk menambal kekurangan tenaga penyuluh, Kementan sudah melakukan rekrutmen selama tiga tahun melalui mekanisme tenaga harian lepas (THL) sebanyak 19 ribu orang dan 6 ribu diantaranya kini tengah proses diangkat menjadi penyuluh PNS.

Kementan juga tengah menggiatkan program penyuluh swadaya di tiap desa, sebagai bentuk penguatan penyuluhan dan kelembagaan petani melalui kelompok tani untuk membantu kinerja penyuluh.

Sumber : tabloidsinartani.com


TAG

Dipost Oleh administrator

"Batas Harianto Sidabutar"

Tinggalkan Komentar