Logo
images

Mendaki Gunung Tampomas, Sumedang-Jawa Barat

Irisindoneisa, Bandung - Melakukan perjalanan wisata memang cukup menyenangkan, dan perjalanan wisata tidak harus selalu ke pantai. Jika Anda suka mendaki gunung, Gunung Tampomas bisa menjadi salah satu tujuan pendakian anda.

Gunung Tampomas adalah salah satu gunung berapi yang secara administratif berada di beberapa kecamatan, yakni Kecamatan Cimalaka, Buah Dua, Conggeang, Tanjungkerta dan Cibeureum, Kabupaten Sumedang, Propinsi Jawa Barat. Gunung ini memiliki ketinggian 1684 meter dari permukaan laut.

Rute Menuju Gunung Tampomas

Gunung Tampomas dapat dicapai dari berbagai arah tergantung darimana Anda berangkat. Jika Anda berangkat dari Jakarta Anda dapat menempuh rute Jakarta–Bandung–Sumedang. Di Sumedang anda dapat turun di Jalan Raya Cibeureum, di dekat Rumah Makan Tampomas Baru. Dari Rumah Makan (RM) Tampomas Baru anda tinggal masuk ke Jalan Sedar yang berjarak tidak jauh dari RM Tampomas Baru (sekitar lebih kurang 50 meter). Dari Jalan Sedar inilah anda dapat memulai pendakian. Jalur pendakian dari sini disebut dengan Jalur Cibeureum.

Transportasi Menuju Sumedang

Untuk menuju ke Sumedang sudah tersedia berbagai moda transportasi umum baik bis maupun travel. Anda dapat menaiki bis jurusan langsung Jakarta– Sumedang. Jika Anda ingin menggunakan travel salah satu alternatifnya anda bisa mencari travel jurusan Jakarta–Bandung. Sesampainya di Bandung Anda dapat melanjutkan perjalanan menuju Sumedang dengan menaiki Bis/Elf yang menuju atau melewati Sumedang. Bis/Elf ini bisa ditemukan di Terminal Cicaheum, Bandung. Bis/Elf tersebut biasanya sudah mulai beroperasi sejak pagi hari.

Jalur pendakian Gunung Tampomas

Beberapa jalur pendakian Gunung Tampomas :

1. Jalur Cibeureum

Jalur ini dimulai dari Jalan Sedar. Jalur Cibeureum merupakan jalur yang sering dilalui oleh para pendaki. Pemandangan selama pendakian menuju puncak hampir sebagian besar didominasi oleh hutan. Terdapat berbagai jenis pohon dan tanaman di hutan ini. Jalur ini sudah cukup jelas dan tidak banyak percabangan hingga menuju puncak. Di awal-awal pendakian kita akan melewati daerah penambangan pasir yang cukup luas. Jarak dari Jalan Sedar hingga penambangan pasir sekitar 1-2 KM. Jika Anda beruntung, anda dapat menemui truk pasir yang akan menuju ke lokasi pertambangan. Anda dapat minta izin untuk menumpang hingga ke daerah pertambangan. Hal ini akan cukup menghemat energi Anda.

Selepas penambangan pasir, kita akan melewati jalan yang cukup lebar dengan pemandangan ilalang di kiri-kanan jalan. Setelah itu Anda akan mulai memasuki area padang ilalang dan semak belukar tepat sebelum memasuki hutan. Selepas itu pemandangan akan didominasi oleh hutan hingga menuju puncak Gunung Tampomas.

Pendakian melalui jalur ini memakan waktu sekitar 4-6 jam hingga menuju puncak. Disini tidak terdapat penyebutan pos-pos pendakian yang jelas seperti halnya di beberapa gunung lainnya. Namun di beberapa titik terdapat area yang cukup luas yang bisa digunakan untuk beristirahat sebelum melanjutkan pendakian. Di beberapa titik bisa digunakan untuk mendirikan satu atau dua tenda jika seandainya pada saat melakukan pendakian Anda terpaksa harus bermalam sebelum menuju puncak.

2. Jalur Narimbang

Pendakian melalui Jalur Narimbang dapat dimulai dari Jalan Raya Conggeang, Desa Narimbang, Kecamatan Conggeang, dengan melalui lokasi wisata Curug Ciputrawangi. Dari gerbang anda bisa berjalan kaki atau naik ojek menuju lokasi wisata Curug Ciputrawangi. Di area lokasi wisata inilah terdapat jalur menuju puncak Gunung Tampomas.

Seperti halnya Jalur Cibeureum, pemandangan disepanjang perjalanan melalui jalur ini juga didominasi hutan dan semak belukar hingga ke puncak. Jalur Narimbang relatif lebih landai jika dibandingkan dengan Jalur Cibeureum namun agak sedikit lebih panjang. Ditengah perjalanan Anda bisa menemukan beberapa rumah dan sebuah warung milik penduduk lokal. Disini Anda dapat memesan makanan dan minuman seperti mie rebus, teh hangat, dll.

Jalur Narimbang nantinya akan bertemu dengan Jalur Cibeureum di sebuah pertigaan beberapa saat (sekitar 1-2 jam) sebelum menuju puncak. Selepas pertigaan ini dan dibeberapa titik menuju puncak jalur semakin curam dan terjal dengan kemiringan bervariasi.

Selain kedua jalur di atas terdapat juga jalur lain yakni Jalur Padayungan dan Karangbungur. Namun kedua jalur ini masih lebih jarang dilalui oleh pendaki jika dibandingkan dengan Jalur Cibeureum dan Jalur Narimbang.

Puncak Gunung Tampomas

Kawasan puncak Gunung Tampomas disebut dengan Sangiang Taraje. Puncak ini berupa area terbuka seluas lebih kurang satu hektare. Terpaan angin disini cukup terasa karena areanya yang cukup terbuka. Kawasan ini ditumbuhi semak belukar dan terdapat beberapa batu besar. Disini kita bisa mendirikan tenda. Pendaki sering mendirikan tenda di Puncak Sangiang Taraje selain karena waktu yang tidak terlalu lama untuk mencapai puncak, juga karena dari puncak ini kita bisa menikmati indahnya pemandangan sambil menikmati makanan atau bercengkerama dengan teman-teman.

Puncak Sangiang Taraje

Meskipun Gunung Tampomas tidak setenar beberapa gunung lainnya, namun kita tetap akan dibuat terpukau oleh pemandangan alam dari puncak ini. Disini kita bisa menyaksikan deretan beberapa gunung di Jawa Barat seperti Gunung Cikuray, Ciremai dan beberapa gunung lainnya.

Pemandangan malam hari dari puncak juga tidak kalah hebat dan menawan. Gemerlap lampu-lampu Kabupaten Sumedang dan taburan bintang-bintang (jika cerah) membuat kita betah berlama-lama menikmati syahdunya malam yang dihiasi hembusan dingin udara pegunungan. Selain pemandangan alam tidak jauh dari kawasan puncak, sekitar 300-400 Meter ke arah Utara terdapat beberapa makam yang berdasarkan cerita masyarakat dipercaya merupakan peninggalan (petilasan) Prabu Siliwangi dari Kerajaan Padjajaran. Kawasan Gunung Tampomas sering menjadi tempat ziarah baik oleh warga setempat dan tidak jarang ada juga warga yang berasal dari luar kota.

Tips Beberapa tips yang mungkin perlu diperhatikan saat mendaki Gunung Tampomas :

  • Disepanjang Jalur Cibeureum tidak terdapat sumber air, jadi persiapkan air yang memadai untuk kebutuhan Anda selama pendakian. Jika Anda melalui Jalur Narimbang, sumber air mungkin masih bisa ditemukan di tengah perjalanan karena terdapat rumah penduduk. Namun ada baiknya tetap persiapkan persediaan air yang memadai dari bawah;
  • Jika Anda turun melalui Jalur Narimbang, meskipun jalurnya relatif jelas namun terdapat beberapa percabangan yang mungkin bisa saja membuat bingung, terutama jika anda baru pertama kali mendaki gunung ini. Jadi tetaplah berhati-hati. Perhatikan kemungkinan terdapatnya tanda-tanda penunjuk jalan setiap kali Anda menemukan percabangan;
  • Waspadalah terhadap petir saat kondisi hujan ketika anda berada di Puncak Sangiang Taraje. Areanya yang cukup terbuka berpotensi menimbulkan bahaya sambaran petir.

Selamat mendaki gunung dan selamat menikmati keindahan alam! Salam lestari!

  • Buat kawan-kawan, para pejalan, pendaki, maupun penikmat alam, menjaga kelestarian alam adalah kewajiban kita. Sebab keindahan ini bukan untuk kita saja. Masih ada generasi selanjutnya yang berhak menikmatinya. Jadi jagalah alam, agar alam menjaga kita. Salam Hormat!

 

Sumber Referensi :

- viewindonesia.com

- "Salut" FORUM Petualang 24

Editor : Side B


TAG

Dipost Oleh administrator

"Batas Harianto Sidabutar"

Tinggalkan Komentar