Logo
images

Kades Ilustrasi, gambar : sinarmedia-news.com

Kakunya Pihak Desa Sidamulih Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis, Jawa Barat Dalam Menampung Aspirasi Dan Keluhan Warga

irisindonesia.com - Pada hari kamis tanggal 14 juli 2017 beberapa warga Desa Sidamulih Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis mendatangi pihak kecamatan dengan tujuan ingin menyampaikan beberapa hal, keluhan dan aspirasi serta ingin mengetahui tanggapan dari pihak kecamatan pamarican terhadap aspirasi yang kami sampaikan.

Hari kamis tanggal 14 Juli 2017 beberapa warga mendatangi kecamatan dengan tujuan untuk menyampaikan keluhan dan aspirasi ke aparat kecamatan, dengan harapan pihak kecamatan dapat memberikan solusi yang terbaik untuk kemajuan desa dan kesejahteraan warga masyarakat desa Sidamulih. Kedatangan warga pun diterima oleh Sekmat (Sekretaris Camat). Walaupun dengan waktu yang sangat singkat karena menurut beliau akan melakukan kegiatan Monev ke dua desa. Sebenarnya pada saat itu Camat ada di kantor tersebut, namun Camat menyerahkan kepada Sekmat untuk melayani kami.

Baca Juga : Kementerian Desa Siapkan Saber Pungli Kawal Dana Desa

Keluhan, Aspirasi dan Pertanyaan Warga

  1. Fungsi BPD apakah sudah dilakukan evaluasi terhadap kinerjanya?;
  2. Kebijakan Gerakan/gotong royong warga untuk setiap kegiatan pembangunan desa, karena kami membandingkan dan melihat desa tetangga tidak melakukan itu, walaupun melakukan kegiatan gerakan warga yang terlibat mendapatkan imbalan. Di desa kami yang terjadi adalah tenaga dan ada beberapa kegiatan proyek yang harus mengeluarkan dana dari warga dengan alasan dari pihak desa anggaran tidak mencukupi dan selalu setiap proyek ada tambahan ukuran dari yang dianggarkan (warga tidak pernah diberi tahu rincian RAB nya seperti apa);
  3. Sosialisasi dan keterbukaan program kerja pemerintah desa itu seperti apa, karena warga tidak mengetahui program kerja desa (prioritas pembangunan baik dilihat dari nilai ekonomi, sosial dan budaya).
  4. Kebijakan/kepemimpinan apakah sudah sesuai dengan rencana jangka panjang dan menengah desa?;
  5. Keterbukaan dalam rincian Laporan realisasi anggaran;
  6. Keterbukaan Laporan keuangan Bumdes;

Dalam pertengahan penyampaian keluhan dan aspirasi, tiba-tiba Camat keluar dari ruangannya dan duduk dibelakang warga tanpa memberikan komentar apapun, hanya memperhatikan saja.

Dan Sekmat pun menanggapinya demikian "Keluhan tersenut agar diselesaikan dengan aparat desa. Keluhan ini tidak boleh sampai terpublis keluar (LSM, Media) dengan alasan dapat mengganggu terhadap kegiatan desa yang saat ini sudah mendapatkan beberapa penghargaan. (Tetapi tidak melihat riil kondisi warga yang sebenarnya. Terbukti dengan adanya keinginan menyampaikan aspirasi atas kondisi yang sebenarnya). Dan akan melakukan evaluasi dari pihak kecamatan.

Baca Juga : KPK dan Kemendes Bahas Pengawasan Dana Desa

Hari selasa tanggal 18 Juli 2017 ada informasi bahwa beberapa warga yang ikut menghadap ke kecamatan dipanggil dan didatangi oleh aparat desa dan anggota dewan, yang sama sekali menurut pendapat warga tidak ada hubungannya dan kaitannya dengan kegiatan warga pada tanggal 14 Juli 2017 yang mendatangi kantor Kecamatan permasalahan ini.

Kepada warga yang di panggil tersebut aparat desa menyampaikan kekecewaan nya terhadap kegiatan kami dalam menyampaikan aspirasi ini. Dengan alasan mengapa tidak menghadap ke kantor desa (padahal pada tahun lalu kami sudah melakukan pertemuan dengan aparat desa tersebut, dengan beberapa permintaan yang kami inginkan) tetapi tidak ada tindak lanjut nya, padahal secara aspek hukum kami sama sekali tidak merasa melanggar dan sudah sesuai dengan undang-undang dan hak sebagai warga negara indonesia.

Anggota dewan tersebut memarahi salah seorang warga, dengan berbicara yang sangat arogan, tidak pantas dan tidak etis (seorang anggota dewan yang terhormat), menyalahkan dan seolah melarang menyampaikan aspirasi. Sesekali anggota dewan itupun mengeluarkan ancaman seolah-olah akan menghambat anggota keluarga warga tersebut untuk menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil). Serta menjelek-jelekan seseorang yang dianggap provokator. Sementara warga yang dianggap provokator tersebut tidak dipanggil apalagi didatangi.

Sehingga membuat warga menjadi tanda tanya dan muncul kecurigaan, sebenarnya ada apa antara anggota Dewan tersebut dengan aparat desa. Padahal setelah dikonfirmasi yang di tuding sebagai provokator tersebut siap apabila akan melakukan dialog.

 


TAG

Dipost Oleh administrator

"Batas Harianto Sidabutar"

1 Komentar

Tinggalkan Komentar