Logo
images

Jangan Ngaku Pecinta Alam Kalau Masih Buang Sampah Sembarangan

Irisindoensia, Bandung - Tentu kita sudah tidak asing dengan kata hiking atau sering kita sebut mendaki gunung. Ini adalah olahraga murah yang membutuhkan tenaga dan fisik yang prima agar mendapat hasil yang maksimal.

Mengapa saya menyebut olahraga ini akan memberikan hasil yang maksimal apabila fisik kita prima? karena apabila fisik kita prima, kita dapat melihat keindahan alam yang telah Tuhan persiapkan untuk kita. Dunia ini terasa sangat indah saat kita melihatnya dari atas gunung. Kita dapat melihat hijaunya negeri ini dan kita bisa lebih mensyukuri nikmat yang telah Tuhan berikan.

Mungkin yang Anda tahu pendaki gunung hanya anak pecinta alam. Persepsi seperti itu salah karena seluruh golongan bisa mendaki gunung asal fisik mereka kuat. Sebelum anda mendaki gunung, sebaiknya anda mengetahui kode etik pecinta alam. Kode etik pecinta alam yaitu :

  • Jangan mengambil apapun kecuali gambar;
  • Jangan memburu apapun kecuali waktu.
  • Jangan meninggalkan apapun kecuali jejak.

Kode etik ini harus dipatuhi agar tercipta lingkungan yang bersih dan nyaman. Kita harus merawat bumi ini seperti merawat rumah kita sendiri. Yang ingin saya tekankan disini adalah kode etik nomor 3, karena ini banyak dilanggar. Sering para pendaki membuang sampah sembarangan di gunung, tidak hanya orang awam yang tidak mengetahui kode etik, bahkan anak pecinta alampun sering melakukan hal tersebut.

Hal tersebut akan merusak pemandangan alam. Padahal apabila rumah kita kotor pasti akan segera kita bersihkan karena kita risih melihat kotoran yang berserakan dimana-mana. Maka janganlah kita mengotori bumi ini dengan tangan kita sendiri. Kita anak muda seharusnya bisa memelopori menjaga kebersihan lingkungan, terutama sebagai pecinta alam seharusnya bisa menjadi tauladan yang baik bagi yang lainnya.

Namun, akhir-akhir ini banyak dijumpai bungkus makanan yang sengaja ditinggalkan oleh para pendaki gunung yang kebanyakan adalah seorang pecinta alam. Padahal seharusnya bungkus makanan tersebut mereka bawa kembali agar lingkungan tetap bersih. Apakah mereka tidak malu karena mereka melanggar kode etik yang seharusnya mereka junjung tinggi? Apakah mereka merupakan anak pecinta alam yang bisa dijadikan panutan? Apabila anak pecinta alam yang mengotori gunung, kemudian siapa yang akan membersihkan gunung ? Tentu gunung tidak bisa membersihkan dirinya sendiri, bukan? Jagalah kebersihan gunung seperti rumah kita sendiri.

Terutama bagi anak pecinta alam yang lebih mengetahui pentingnya kode etik dimohon agar selalu mematuhi hal tersebut. Jadilah contoh yang baik bagi lingkungan sekitar. Bahkan kita seharusnya bisa menjadi pelopor kebersihan dimanapun berada, mungkin di lingkungan rumah maupun lingkungan sekolah. Menurut saya, mendaki gunung ini memberikan manfaat yang luar biasa. Disamping kita lebih bersyukur kepada Tuhan, badan kita juga sehat karena sering berolahraga sebelum mendaki gunung.

Bagi Anda yang belum pernah merasakan sensasi mendaki gunung, silahkan anda coba dan dijamin tidak akan menyesal. Mungkin dalam perjalanan menuju puncak gunung anda akan merasa letih, namun setelah anda sampai di puncak, anda akan merasakan hal yang sangat berbeda dan pasti anda ingin mendaki lagi. Dan bagi anda yang mengaku anak pecinta alam, jagalah selalu kebersihan lingkungan dimanapun Anda berada. Buktikan Anda benar-benar anak pecinta alam yang mencintai alam dan merawat alam bukan hanya sekedar numpang gengsi.

 Salam Lestari!

 

Sumber : Navi Fauziah (Kompasiana)

Editor : Side B


TAG

Dipost Oleh administrator

"Batas Harianto Sidabutar"

Tinggalkan Komentar