Logo
images

Indonesia Bakal Menjadi Negeri Homestay Terbesar di Dunia

irisindonesia.com - Bukan hanya Program Padat Karya saja yang sedang digenjot pemerintah Indonesia. Kementerian Pariwisata juga memiliki target spektakuler mulai tahun ini: membuat Indonesia menjadi negeri dengan jumlah homestay terbesar di dunia yang seluruhnya bakal berjaringan secara digital.

Untuk tahun 2017 ini Kementerian Pariwisata menargetkan terbangunnya 20 ribu homestay baru dengan kualitas yang baik dan seluruhnya terkoneksi jaringan pemasaran online. Jaringan homestay dimaksudkan sebagai daya tarik utama bagi pengembangan pariwisata nasional Indonesia. Soalnya, negeri ini memiliki ribuan desa yang sangat bisa dikembangkan menjadi desa wisata. Kenapa homestay?

Baca Juga : Mencuci Pakaian Kotor dengan 5 Cara Eco-Friendly

Selain alam yang indah, Indonesia juga dikenal memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Dua kekayaan inilah yang bakal dikembangkan sebagai daya tarik di desa wisata. Masalahnya, ketika berwisata ke desa wisata, masih banyak desa yang belum menyadari pentingnya menyediakan tempat menginap yang layak, menarik dan mengesankan bagi wisatawan. Warga di desa wisata belum sepenuhnya sadar bahwa banyak wisatawan yang sangat senang tinggal di rumah mereka dan menikmati suasana alami desa mereka sehari-hari. Homestay adalah jawabannya.

Pengembangan homestay bisa mendorong pengembangan berbagai peluang lain seperti bisnis kuliner, jasa sewa kendaraan, pemandu wisata, binatu, cindera mata dan sebagainya. Homestay bisa membuka banyak peluang wisata lain bagi warga desa. Semua peluang itu jika dijalankan bakal menciptakan banyak lapangan kerja terutama bagi warga pedesaan.

Data dari Kementerian Pariwisata menjelaskan, Kementerian menargetkan di tahun 2019 jumlah homestay baru di 2019 ada di angka 100.000. Tersebar di seluruh Indonesia, minimal di 10 Bali Baru, atau 10 Destinasi Prioritas yang sudah diputuskan oleh Presiden Joko Widodo. Di antaranya, Danau Toba Sumut, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Borobudur Jawa Tengah, Bromo Jawa Timur, Mandalika Lombok, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara.

Baca Juga : Tiga Kementerian Genjot 100 Ribu Homestay 2019 di Seluruh Indonesia

Tahun 2017 ini ditargetkan 20.000, tahun 2018 ditambah 30.000 lagi, dan tahun 2019 dibangun 50.000 sehingga total homestay terbangun sebanyak 100 ribu. Seluruh Homestay ini bakal bersambungan dengan jaringan internet dan gampang di akses dari manapun di seluruh dunia. Hal ini akan memudahkan para wisatawan mendapatkan homestay di tempat yang ingin dia kunjungi di seluruh Indonesia.

Kepada sejumlah media, Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam Rapat Koordinasi Pariwisata II/2017 di Jakarta beberapa waktu lalu menyatakan, dengan target itu maka Indonesia bakal menjadi negara dengan jumlah homestay terbanyak, terbesar dan terbaik di dunia. “Homestay ini dijalankan dengan mesin baru, model bisnis baru, berbasis pada digital yang saya sebut digital sharing economy,” kata Arief Yahya.

(aryadji/berdesa)


TAG

Dipost Oleh administrator

"Batas Harianto Sidabutar"

Tinggalkan Komentar