Logo
images

Bunga Mawar, Simbol Kasih Sayang yang Melegenda

“Roses are red, Violets are blue, Sugar is sweet, And so are you…”

irisindonesia.com - Puisi-puisi romantis seperti ini akan sering kita jumpai dalam kartu ucapan yang diberikan di Hari Kasih Sayang atau Valentine’s Day yang dirayakan setiap tanggal 14 Februari. Sekuntum atau bahkan seikat bunga mawar yang diberikan kepada orang terkasih menjadi simbol untuk mengungkapkan rasa sayang.

Dalam Floriography atau bahasa bunga, mawar sebagai sarana untuk mengkomunikasikan perasaan yang tidak bisa diucapkan. Dikutip dari laman Metro.co.uk, pada masa pemerintahan Ratu Victoria (1837-1901) terdapat etika/adat-istiadat bangsawan Inggris yang melarang melakukan percakapan secara langsung, atau melontarkan pertanyaan dan rayuan dengan orang lain, sehingga bunga biasanya dijadikan objek untuk melakukan komunikasi pada era itu.

Warna-warni mawar sendiri memiliki makna tersendiri, misalnya mawar merah menunjukkan gairah dan cinta romantis, mawar kuning menandakan persahabatan dan pengabdian, dan mawar putih melambangkan kemurnian, kelayakan dan penghormatan.

Dikutip dari laman University of Illinois Extension, bunga yang menjadi simbol cinta, kecantikan, perang dan politik ini telah berusia 35 juta tahun. Mawar tersebar luas di Asia, Eropa, Afrika Utara, juga Amerika Utara, dan terdapat (minimal) 200 spesies yang terdiri dari 95 spesies dari Asia, 18 spesies dari Amerika, dan sekitar 62 spesies dari Eropa dan Afrika. Menurut Tim Karya Tani Mandiri, jumlah pasti spesies mawar saat ini tidak bisa dipastikan karena telah banyak dilakukan pengembangan untuk mendapatkan warna bunga atau bibit unggul mawar oleh perusahaan.

Berdasarkan tulisan Hartuningsih M. Siregar dan I Putu Suendra Mustaid Siregar dari UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya “Eka Karya” Bali, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang dikutip dalam Jurnal Biodiversitas, bahwa bunga mawar merupakan bunga yang atraktif, harum, dan tersusun membentuk payung. Daunnya tersusun berseling, bergerigi, panjang antara 2,5-18 cm.

Mawar merupakan tumbuhan yang dapat tumbuh di daerah dingin atau panas. Flora ini sangat toleran terhadap kondisi lingkungan; tumbuh sangat baik pada tanah yang subur, kaya humus, dengan drainase dan kelembaban yang baik. Bunga mawar umumnya tidak beracun, namun terdapat duri-duri tajam pada batangnya yang berfungsi sebagai pelindung diri.

Bunga mawar termasuk berkelamin sempurna (hermafrodit), artinya dalam satu bunga terdapat putik (bunga jantan) dan benang sari (bunga betina). Adapun tajuk bunga pada mawar atau mahkota bunga (corolla) terdiri dari beberapa helai daun tajuk (petala). Daun tajuk lebih halus, lemas dan memiliki warna yang cantik. Pada mawar terdapat daun tajuk yang jumlahnya jauh lebih banyak daripada daun kelopak. Kehalusan, warna, dan bentuk tajuknya menentukan kecantikan bunga.

Warna bunga mawar yang indah amat digemari dan memiliki daya tarik. Warna-warni bunga mawar sangat didominasi warna merah (ruber), putih (albus), dan kuning (flavus). Warna-warna tersebut merupakan hibrid bunga mawar yang umum dijumpai. Warna bunga dapat dijadikan daya tarik bagi hewan penyerbuk. Untuk warna merah sering didatangi oleh kupu-kupu, putih dikunjungi lebah, sedangkan hijau didatangi burung.

Berkhasiat Obat

Menurut Balai Penelitian Tanaman Hias (BALITHI), mawar merupakan tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta dapat dibudidayakan secara komersial sesuai dengan permintaan pasar. Budidaya bunga ini dapat dilakukan baik sekadar hobi ataupun untuk kegiatan agrobisnis.

Sudah banyak sumber dan penelitian yang telah menonjolkan keunggulan dari bunga ini. Bunga mawar dipercaya mengandung vitamin A, B3, C, D dan E yang bertindak melawan infeksi, dan juga mengandung fenolat yang diyakini memiliki sifat anti-inflamasi. Berdasarkan penelitian para ahli yang dilangsir pada Dailymail.co.uk, kelopak pada mawar bisa mengurangi risiko pada penyakit jantung, membantu melawan kanker, dan diabetes serta meningkatkan penglihatan.

Khasiat tersebut juga yang mendorong seorang wirausahawan dari Boyolali, Jawa Tengah mengolah bunga mawar menjadi produk minuman teh. Cara membuatnya pun menggunakan teknik khusus, bunga yang diolah dipilih dari bunga mawar yang ditanam secara alami dan terbebas dari hama. Bagian yang bisa dimanfaatkan hanya pada bagian petal bunga, yaitu daun bunganya yang berwarna merah sedangkan kelopak bunga dibuang karena menimbulkan rasa pahit.

Penulis: Sarah R. Megumi


TAG

Dipost Oleh administrator

"Batas Harianto Sidabutar"

Tinggalkan Komentar