Logo
images

Bencana Banjir dan Longsor Akibat Kerusakan Parah DAS

Irisindonesia, Bandung - Salah satu aspek yang kerap kali dilupakan berkaitan dengan terjadinya banjir di satu kota adalah banjir itu sangat berkaitan erat dengan kesatuan wilayah yang disebut dengan daerah aliran sungai (DAS).

DAS sendiri didefinisikan sebagai satu hamparan wilayah dimana air hujan yang jatuh di wilayah itu akan menuju ke satu titik outlet yang sama, apakah itu sungai, danau, atau laut.

Peningkatan penggunaan dan peresapan air di bagian hulu dan tengah DAS melalui:
  • Penanaman pohon-pohonan
  • Pembuatan waduk, pencetakan sawah, pembuatan rorak, dan sumur resapan
  • Menanggulangi penyempitan (karena sampah dll) dan pendangkalan sungai
Kekeringan
  • Penanaman tanaman yang hemat air seperti kacang gude, kacang tunggak, kacang hijau, sorgum dan singkong.
  • Penurunan evaporasi misalnya dengan dengan penggunaan mulsa
  • Penyimpanan kelebihan air pada musim hujan untuk digunakan di musim kemarau, misalnya dengan pembuatan rorak dan embung
Menurunnya tinggi muka air tanah
  • Mengurangi pengurasan air tanah (penghematan penggunaan air)
  • Meningkatkan daya infiltrasi dan perkolasi tanah dengan pembuatan rorak, sumur resapan dan sebagainya
Tingginya fluktuasi debit puncak dengan debit dasar
  • Penanaman pohon-pohonan
  • Peningkatan pengisian pori dan air tanah dengan sumur resapan, rorak, gulud dan sebagainya
Tingginya sedimentasi dan pengendapan lumpur di dasar sungai
  • Peningkatan fungsi "filter" DAS terutama di sepanjang bantaran sungai dengan penanaman rumput-rumputan dan tanaman lain yang dapat menutup rapat permukaan tanah
  • Pengamanan tebing sungai yang rawan longsor, misalnya dengan penanaman tanaman yang relatif ringan dan berakar dalam seperti bambu (apabila sedimen berasal dari erosi tebing sungai)
Tercemarnya air sungai dan air tanah
  • Perlu diselidiki sumber bahan pencemar dan melakukan penjernihan (purifikasi) sebelum air dialirkan ke sungai
Eutrofikasi (peningkatan konsetrasi hara di dalam badan air)
  • Pengaturan penggunanaan pupuk sesuai dengan kebutuhan tanaman (tidak berlebihan)

Pentingnya asas keterpaduan dalam pengelolaan DAS erat kaitannya dengan pendekatan yang digunakan dalam pengelolaan DAS, yaitu pendekatan ekosistem. Ekosistem DAS merupakan sistem yang kompleks karena melibatkan berbagai komponen biogeofisik dan sosial ekonomi dan budaya yang saling berinteraksi satu dengan lainnya. Kompleksitas ekosistem DAS mempersyaratkan suatu pendekatan pengelolaan yang bersifat multi-sektor, lintas daerah, termasuk kelembagaan dengan kepentingan masing-masing serta mempertim- bangkan prinsipprinsip saling ketergantunga.


TAG

Dipost Oleh administrator

"Batas Harianto Sidabutar"

Tinggalkan Komentar